Analisis Hubungan Faktor Individu, Lingkungan Daerah, dan Pekerjaan terhadap Retensi Dokter Umum dan Dokter Spesialis di Kabupaten Kapuas

Danadipa, Bagas (2026) Analisis Hubungan Faktor Individu, Lingkungan Daerah, dan Pekerjaan terhadap Retensi Dokter Umum dan Dokter Spesialis di Kabupaten Kapuas. Masters thesis, Universitas STRADA Indonesia.

[thumbnail of 2026 235112065 Bagas Danadipa.pdf] Text
2026 235112065 Bagas Danadipa.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of 2026 235112065 Bagas Danadipa - cover.pdf] Text
2026 235112065 Bagas Danadipa - cover.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of 2026 235112065 Bagas Danadipa - Bab 1.pdf] Text
2026 235112065 Bagas Danadipa - Bab 1.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of 2026 235112065 Bagas Danadipa - daftar pustaka.pdf] Text
2026 235112065 Bagas Danadipa - daftar pustaka.pdf

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang: Ketimpangan distribusi dokter dan tantangan retensi masih terjadi di wilayah non-perkotaan, termasuk Kabupaten Kapuas yang memiliki hambatan geografis (rawa dan sungai besar), sebaran permukiman luas, serta keterbatasan akses layanan. Kondisi ini berpotensi menurunkan stabilitas ketersediaan dokter dan kontinuitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor individu, lingkungan daerah, dan faktor terkait pekerjaan terhadap retensi dokter umum dan dokter spesialis di Kabupaten Kapuas menggunakan pendekatan retensi berbasis niat (preferensi menetap/pindah) dan alasan yang mendasarinya.
Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan pendekatan mixed methods. Responden adalah dokter yang bekerja di Kabupaten Kapuas, terdiri dari dokter umum (n=33) dan dokter spesialis (n=14). Variabel independen meliputi Faktor Individu (X1), Lingkungan Daerah (X2), dan Faktor Pekerjaan (X3). Retensi (Y) diukur melalui preferensi menetap/pindah dan alasan keputusan. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan PLS-SEM (WarpPLS), sedangkan jawaban terbuka dianalisis tematik.
Hasil: Hasil menunjukkan mayoritas responden memilih menetap: 72,7% dokter umum dan 92,9% dokter spesialis. Pada dokter umum, Lingkungan Daerah (X2) berhubungan positif dan signifikan dengan retensi (β=0,372; p=0,009), sementara Faktor Pekerjaan (X3) bernilai negatif dengan signifikansi marginal (β=−0,248; p=0,062) dan Faktor Individu (X1) tidak signifikan (β=0,092; p=0,296). Pada dokter spesialis, Faktor Pekerjaan (X3) paling kuat dan signifikan (β=0,438; p=0,021), sedangkan Lingkungan Daerah (X2) marginal (β=0,335; p=0,067) dan X1 tidak signifikan (β=0,125; p=0,308).
Kesimpulan: Determinan retensi berbeda menurut kelompok; retensi dokter umum lebih dipengaruhi lingkungan daerah, sedangkan retensi dokter spesialis lebih dipengaruhi faktor pekerjaan, selaras dengan kerangka WHO dan Lehmann yang menekankan determinan kontekstual dan pekerjaan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Retensi Dokter; Lingkungan Daerah; Faktor Pekerjaan; PLS-SEM; Kabupaten Kapuas
Subjects: W General Medicine, Health Professions > W 68-81 Access to Health Information and Health Care. Medical Economics
W General Medicine, Health Professions > W 87-96 Professional Practice
Divisions: Fakultas Pascasarjana > S2 Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Nunung Liberty
Date Deposited: 09 Mar 2026 05:03
Last Modified: 09 Mar 2026 05:26
URI: http://repository.strada.ac.id/id/eprint/1246

Actions (login required)

View Item
View Item