Alnabe, Desirlily Dortia (2026) FAKTOR BUDAYA TUSI PADA PERSALINAN: DIPANDANG DARI ASPEK PROSEDUR PERSALINAN MODERN DI DESA DAIAMA KABUPATEN ROTE NDAO. Undergraduate thesis, Universitas STRADA Indonesia.
2415201511068_SKRIPSI - Desirlily Dortia Alnabe.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstrak Desirlily Dortia Alnabe.pdf
Download (299kB)
bab 1 Desirlily Dortia Alnabe.pdf
Download (308kB)
Daftar pustaka Desirlily Dortia Alnabe.pdf
Download (268kB)
Abstract
Latar Belakang: Di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, persalinan masih banyak dibantu dukun bayi meskipun berisiko tinggi seperti perdarahan postpartum. Praktik budaya Tusi meliputi ritual, urut tradisional, dan minyak kelapa asli dipercaya menjaga keseimbangan fisik, emosional, dan spiritual ibu hamil. Penelitian ini mengeksplorasi praktik Tusi dalam persalinan, pandangan masyarakat terhadap prosedur modern, serta integrasi budaya Tusi dalam pelayanan persalinan di Desa Daiama.
Tujuan: Mengeksplorasi praktik budaya Tusi dalam konteks persalinan, pandangan masyarakat terhadap prosedur persalinan modern, serta porsi budaya Tusi dalam pelayanan persalinan modern di Desa Daiama, Kabupaten Rote Ndao.
Metode: Pendekatan kualitatif etnografi dengan keterlibatan langsung dalam praktik urut, melibatkan 10 informan: 2 dukun bayi tradisional, 6 ibu pascasalin, dan 2 tenaga kesehatan formal (bidan desa), untuk perspektif holistik antara praktik tradisional dan medis.
Hasil: Praktik Tusi tetap pilihan utama karena kedekatan emosional, nilai spiritual, dan legitimasi sosial. Prosedur modern dinilai kurang personal dan tidak sesuai norma budaya, meskipun komplikasi memerlukan intervensi medis. Kolaborasi dukun bayi dan tenaga kesehatan menjadi krusial, berkontribusi pada ilmu kebidanan komunitas dan kesehatan berbasis budaya.
Kesimpulan: Masyarakat mengakui manfaat pemeriksaan kehamilan serta persalinan modern (USG, normal, sectio caesarea), tetapi jarak, biaya, dan ikatan budaya membuat Tusi dominan. Trauma atau komplikasi seperti perdarahan pasca-Tusi mendorong beralih ke bidan. Pola dualisme adaptif muncul: 70–80% persalinan dimulai dengan Tusi, dilanjutkan layanan medis, mengendalikan risiko tanpa hilangkan nilai budaya.
Kata Kunci: Persalinan, Tusi, Dukun bayi
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | WQ Obstetrics > WQ 1-150 Reference Works. General Works |
| Divisions: | Fakultas Keperawatan dan Kebidanan > S1 Kebidanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username hadi |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 08:25 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 08:25 |
| URI: | http://repository.strada.ac.id/id/eprint/1276 |
