MAGFIROH, HANIK (2025) HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN AKSES INFORMASI KESEHATAN TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI POSYANDU KELURAHAN NGADIREJO KOTA KEDIRI TAHUN 2025. Undergraduate thesis, Universitas STRADA Indonesia.
Daftar pustaka Hanik Magfiroh.pdf
Download (302kB)
Bab 1 Hanik Magfiroh.pdf
Download (1MB)
2415201511557_HANIK MAGFIROH_SKRIPSI - Hanik Magfiroh.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstrak Hanik Magfiroh.pdf
Download (221kB)
Abstract
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN AKSES INFORMASI KESEHATAN TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI POSYANDU KELURAHAN NGADIREJO KOTA KEDIRI TAHUN 2025
Hanik Magfiroh¹, Nita Dwi Astikasari, SST., M.Kes²
Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Keperawatan & Kebidanan
Universitas Strada Indonesia
hanikmagfiroh280701@gmail.com
Peningkatan pengetahuan ibu dan akses informasi kesehatan menjadi upaya penting pencegahan stunting pada balita. Hal ini dapat mencegah gangguan pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan akses informasi kesehatan dengan perilaku pencegahan stunting pada balita usia 2–5 tahun di Posyandu Kelurahan Ngadirejo, wilayah Puskesmas Balowerti Kota Kediri.
Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu balita usia 2–5 tahun, sampel 116 responden diambil secara simple random sampling. Variabel independen adalah pengetahuan dan akses informasi kesehatan, variabel dependen adalah perilaku pencegahan stunting. Data dikumpul melalui kuesioner, dianalisis dengan uji Chi-Square (α = 0,05).
Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 83 responden (71,6%), akses informasi tinggi 85 responden (73,3%), dan perilaku pencegahan baik 97 responden (83,6%). Uji Chi-Square didapat p < 0,001 untuk pengetahuan (Contingency Coefficient = 0,721) dan p = 0,002 untuk akses informasi (Contingency Coefficient = 0,316), sehingga H0 ditolak dan terdapat hubungan signifikan dengan pengetahuan paling kuat. Peningkatan pengetahuan dan akses informasi memperkuat perilaku pencegahan stunting, sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan melalui posyandu.
Kata kunci: Pengetahuan, Akses Informasi Kesehatan, Perilaku Pencegahan Stunting, Balita
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | WS Pediatrics > WS 106-110 Exceptional Child |
| Divisions: | Fakultas Keperawatan dan Kebidanan > S1 Kebidanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username hadi |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 08:43 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 08:43 |
| URI: | http://repository.strada.ac.id/id/eprint/1278 |
