TINGKAT PENGETAHUAN BIDAN DAN PERAWAT DENGAN DETEKSI DINI STUNTING MELALUI PELAKSANAAN SCREENING HIPOTIROID KONGENITAL PADA BAYI DI RUANG RAWAT INAP DAN POLIKLINIK PERSADA HOSPITAL

WULANDARI, YENY (2026) TINGKAT PENGETAHUAN BIDAN DAN PERAWAT DENGAN DETEKSI DINI STUNTING MELALUI PELAKSANAAN SCREENING HIPOTIROID KONGENITAL PADA BAYI DI RUANG RAWAT INAP DAN POLIKLINIK PERSADA HOSPITAL. Undergraduate thesis, Universitas STRADA Indonesia.

[thumbnail of Daftar pustaka Yeny Wulan.pdf] Text
Daftar pustaka Yeny Wulan.pdf

Download (236kB)
[thumbnail of Bab 1 Yeny Wulan.pdf] Text
Bab 1 Yeny Wulan.pdf

Download (377kB)
[thumbnail of Abstrak Yeny Wulan.pdf] Text
Abstrak Yeny Wulan.pdf

Download (311kB)
[thumbnail of 2415201511470_SKRIPSI - Yeny Wulan.pdf] Text
2415201511470_SKRIPSI - Yeny Wulan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

TINGKAT PENGETAHUAN BIDAN DAN PERAWAT DENGAN DETEKSI DINI STUNTING MELALUI PELAKSANAAN SCREENING HIPOTIROID KONGENITAL PADA BAYI DI RUANG RAWAT INAP DAN POLIKLINIK PERSADA HOSPITAL
Yeny Wulandari1, Eri Puji Kumalasari2 Email : yenywulan.yw@gmail.com

Stunting pada anak tetap menjadi masalah kesehatan prioritas di Indonesia karena memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan risiko penyakit kronis di masa depan. Hipotiroid kongenital (HK) merupakan faktor risiko stunting jika tidak dideteksi dini. Pengetahuan tenaga kesehatan, khususnya bidan dan perawat, sangat berperan dalam keberhasilan deteksi dini melalui Screening Hipotiroid Kongenital (SHK). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan bidan dan perawat dengan pelaksanaan SHK pada bayi di ruang rawat inap dan poliklinik Persada Hospital. Populasi penelitian adalah seluruh bidan dan perawat di unit terkait, dengan sampel 52 responden yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan SHK dan observasi pelaksanaan SHK sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi- Square.
Hasil menunjukkan 30 responden (57,7%) memiliki pengetahuan baik, 14
(26,9%) cukup, dan 8 (15,4%) kurang. Pelaksanaan SHK sesuai SOP dilakukan oleh 40 responden (76,9%), sementara 12 responden (23,1%) tidak sesuai SOP. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan pelaksanaan SHK (p = 0,025), di mana 90% responden dengan pengetahuan baik melaksanakan SHK sesuai SOP.
Kesimpulannya, tingkat pengetahuan bidan dan perawat memengaruhi pelaksanaan SHK sebagai upaya deteksi dini penyebab stunting. Peningkatan pelatihan, edukasi terstruktur, dan penguatan kebijakan SHK diperlukan untuk mengoptimalkan pencegahan stunting di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kata kunci: pengetahuan, skrining hipotiroid kongenital, deteksi dini, stunting, tenaga kesehatan

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: WS Pediatrics > WS 106-110 Exceptional Child
Divisions: Fakultas Keperawatan dan Kebidanan > S1 Kebidanan
Depositing User: Unnamed user with username hadi
Date Deposited: 12 Mar 2026 10:10
Last Modified: 12 Mar 2026 10:10
URI: http://repository.strada.ac.id/id/eprint/1284

Actions (login required)

View Item
View Item