PERSEPSI IBU MUDA TENTANG KONSELING KB PASCASALIN DI UPT PUSKESMAS KAPAN KECAMATAN MOLLO UTARA KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

Ndun, Marlince (2026) PERSEPSI IBU MUDA TENTANG KONSELING KB PASCASALIN DI UPT PUSKESMAS KAPAN KECAMATAN MOLLO UTARA KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN. Undergraduate thesis, Universitas STRADA Indonesia.

[thumbnail of Daftar Pustaka Marlin Ndun.pdf] Text
Daftar Pustaka Marlin Ndun.pdf

Download (320kB)
[thumbnail of Bab 1 Marlin Ndun.pdf] Text
Bab 1 Marlin Ndun.pdf

Download (364kB)
[thumbnail of Abstrak Marlin Ndun.pdf] Text
Abstrak Marlin Ndun.pdf

Download (334kB)
[thumbnail of 2415201511269_SKRIPSI - Marlin Ndun.pdf] Text
2415201511269_SKRIPSI - Marlin Ndun.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang: Konseling KB pascasalin merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan ibu untuk mengatur jarak kehamilan. Persepsi ibu muda terhadap konseling KB pascasalin dipengaruhi oleh pemahaman, pengalaman konseling serta hambatan dalam konteks sosial budaya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi ibu muda tentang konseling KB pascasalin di UPT Puskesmas Kapan.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan adalah ibu muda berusia 15–24 tahun yang telah melahirkan dan mengikuti konseling KB pascasalin. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman.
Hasil: Ibu muda memahami KB pascasalin sebagai upaya pengaturan jarak kehamilan dan pencegahan kehamilan pascapersalinan dengan tingkat pemahaman yang beragam. Konseling diperoleh pada waktu dan kondisi yang berbeda, baik saat kehamilan maupun setelah persalinan, dan menjadi sumber utama informasi KB. Konseling memengaruhi sikap dan respon ibu terhadap penggunaan kontrasepsi pascasalin dengan mempertimbangkan kondisi fisik, pengalaman pribadi, serta dukungan suami.
Analisa: Persepsi ibu muda terbentuk melalui interaksi dengan bidan, kejelasan informasi, waktu dan tempat konseling, keterlibatan suami, dukungan keluarga, pengalaman sebelumnya, serta nilai sosial dan budaya. Faktor tersebut memengaruhi cara ibu menafsirkan informasi dan mengambil keputusan terkait KB pascasalin.
Diskusi: Ibu muda berharap konseling dilakukan secara lebih kondusif, berulang, mudah dipahami, menggunakan media pendukung, melibatkan suami secara aktif, serta disertai tindak lanju. Hambatan yang dihadapi meliputi kondisi fisik pascapersalinan, keterbatasan waktu, pengaruh budaya, kurangnya media informasi, dan kekhawatiran terhadap kontrasepsi.
Kata kunci: ibu muda, keluarga berencana, konseling KB pascasalin, persepsi

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: WQ Obstetrics > WQ 1-150 Reference Works. General Works
Divisions: Fakultas Keperawatan dan Kebidanan > S1 Kebidanan
Depositing User: Unnamed user with username hadi
Date Deposited: 01 Apr 2026 08:00
Last Modified: 01 Apr 2026 08:00
URI: http://repository.strada.ac.id/id/eprint/1321

Actions (login required)

View Item
View Item