Tae, Modesta (2026) KESULITAN MOBILISASI DAN STRES TERHADAP PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA IBU NIFAS POST SECTION CESARIA (SC) HARI PERTAMA DI HOSPITAL NACIONAL GUIDO VALADARES DILI TIMOR LESTE. Undergraduate thesis, Universitas STRADA Indonesia.
Daftar Pustaka Modesta Tae.pdf
Download (249kB)
Bab 1 Modesta Tae.pdf
Download (332kB)
Abstrak Modesta Tae.pdf
Download (317kB)
Skripsi Modesta Tae.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Latar Belakang: Persalinan Sectio Cesarea (SC) sering menghambat pemberian kolostrum dini yang merupakan nutrisi esensial bagi neonatus. Kesulitan mobilisasi pascaoperasi dan kondisi stres ibu dapat menjadi faktor penghambat keberhasilan pemberian kolostrum pada jam pertama kehidupan bayi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kesulitan mobilisasi dan stres dengan keberhasilan pemberian kolostrum pada ibu nifas post Sectio Cesarea hari pertama di Hospital Nacional Guido Valadares (HNGV), Dili, Timor Leste.
Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 120 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Variabel independen (kesulitan mobilisasi dan stres) diukur menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan variabel dependen (pemberian kolostrum) dinilai berdasarkan keberhasilan pemberian dalam ≤1 jam pascapersalinan melalui kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0,05.
Hasil: Distribusi responden menunjukkan kesulitan mobilisasi kategori sedang mendominasi (66,7%), diikuti kategori rendah (33,3%), tanpa ditemukan kategori tinggi. Tingkat stres terdistribusi pada kategori rendah (26,7%), sedang (53,3%), dan tinggi (20,0%). Keberhasilan pemberian kolostrum tepat waktu tercapai pada 66,7% responden. Uji Chi-Square membuktikan hubungan signifikan antara kesulitan mobilisasi dengan pemberian kolostrum (p=0,005) dengan korelasi negatif bermakna, mengindikasikan peningkatan kesulitan mobilisasi berasosiasi dengan penurunan keberhasilan kolostrum. Hubungan yang lebih kuat ditemukan antara stres dengan pemberian kolostrum (p=0,000), menegaskan stres sebagai prediktor dominan terhadap kegagalan inisiasi menyusu dini.
Kesimpulan: Kesulitan mobilisasi dan stres berasosiasi signifikan dengan keberhasilan pemberian kolostrum pada ibu post SC hari pertama, dengan stres menunjukkan pengaruh lebih kuat. Temuan ini mengimplikasikan perlunya intervensi komprehensif pascabedah yang mengintegrasikan manajemen nyeri, mobilisasi dini terstruktur, dukungan psikologis, dan pendampingan laktasi intensif untuk mengoptimalkan keberhasilan pemberian kolostrum dini.
Kata kunci: Kesulitan mobilisasi, stres, kolostrum, sectio cesarea, ibu nifas
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | WQ Obstetrics > WQ 200-212 Reproduction. Pregnancy |
| Depositing User: | Unnamed user with username hadi |
| Date Deposited: | 02 Apr 2026 04:28 |
| Last Modified: | 02 Apr 2026 04:28 |
| URI: | http://repository.strada.ac.id/id/eprint/1323 |
