HUBUNGAN BMI DAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK TERHADAP KELUHAN VASOMOTOR PADA IBU PERIMENOPAUSE (USIA 40-55 TAHUN) DI POSYANDU DESA BETET KABUPATEN NGANJUK

Bintang, Viking Pragusti Ratu (2025) HUBUNGAN BMI DAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK TERHADAP KELUHAN VASOMOTOR PADA IBU PERIMENOPAUSE (USIA 40-55 TAHUN) DI POSYANDU DESA BETET KABUPATEN NGANJUK. Undergraduate thesis, Universitas STRADA Indonesia.

[thumbnail of Daftar Pustaka pragusti ratu.pdf] Text
Daftar Pustaka pragusti ratu.pdf

Download (241kB)
[thumbnail of Abstrak pragusti ratu.pdf] Text
Abstrak pragusti ratu.pdf

Download (285kB)
[thumbnail of Bab 1 pragusti ratu.pdf] Text
Bab 1 pragusti ratu.pdf

Download (362kB)
[thumbnail of 2415201511451_SKRIPSI - pragusti ratu.pdf] Text
2415201511451_SKRIPSI - pragusti ratu.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Perimenopause merupakan masa transisi menuju menopause yang ditandai dengan perubahan hormonal pada wanita usia 40–55 tahun dan sering menimbulkan keluhan vasomotor seperti hot flashes dan night sweats yang dapat mengganggu kualitas hidup. Faktor gaya hidup, khususnya indeks massa tubuh (BMI) dan tingkat aktivitas fisik, diduga berperan dalam terjadinya keluhan vasomotor, namun data pada wanita perimenopause di wilayah pedesaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara BMI dan tingkat aktivitas fisik dengan keluhan vasomotor pada ibu perimenopause usia 40–55 tahun di Posyandu Desa Betet Kabupaten Nganjuk.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu perimenopause usia 40–55 tahun yang terdaftar di Posyandu Desa Betet Kabupaten Nganjuk, dengan jumlah sampel 66 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. BMI diukur berdasarkan perhitungan indeks massa tubuh, tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner IPAQ-SF, dan keluhan vasomotor diukur menggunakan Menopause Rating Scale (MRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta uji korelasi Spearman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki BMI kategori obesitas, dengan obesitas I sebesar 34,8% dan obesitas II sebesar 33,3%. Berdasarkan tingkat aktivitas fisik, 68,2% responden memiliki aktivitas fisik ringan dan 31,8% aktivitas fisik sedang. Keluhan vasomotor paling banyak dialami pada kategori sedang sebesar 83,3%.
Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara BMI dengan keluhan vasomotor (p < 0,05) serta antara tingkat aktivitas fisik dengan keluhan vasomotor (p < 0,05).
Disimpulkan bahwa BMI dan tingkat aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan keluhan vasomotor pada ibu perimenopause. Peneliti menyarankan edukasi kesehatan mengenai pengelolaan berat badan dan aktivitas fisik teratur sebagai upaya promotif dan preventif.
Kata kunci: perimenopause, BMI, aktivitas fisik, keluhan vasomotor

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: WT Geriatrics > WT 101-141 Aged. Aging
Divisions: Fakultas Keperawatan dan Kebidanan > S1 Kebidanan
Depositing User: Unnamed user with username hadi
Date Deposited: 02 Apr 2026 04:46
Last Modified: 02 Apr 2026 04:46
URI: http://repository.strada.ac.id/id/eprint/1325

Actions (login required)

View Item
View Item