Analisis Determinan Sistem Kerjasama Operasional Alat Laboratorium Berdasarkan Cost Benefit Analysis Dalam Perspektif Manajemen Rumah Sakit Di Rumah Sakit Khusus Bedah Ropanasuri Padang

Alhuda, Alhuda (2026) Analisis Determinan Sistem Kerjasama Operasional Alat Laboratorium Berdasarkan Cost Benefit Analysis Dalam Perspektif Manajemen Rumah Sakit Di Rumah Sakit Khusus Bedah Ropanasuri Padang. Masters thesis, Universitas STRADA Indonesia.

[thumbnail of 235112108 Alhuda.pdf] Text
235112108 Alhuda.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of 235112108 Alhuda - Cover.pdf] Text
235112108 Alhuda - Cover.pdf

Download (146kB)
[thumbnail of 235112108 Alhuda - Bab 1.pdf] Text
235112108 Alhuda - Bab 1.pdf

Download (211kB)
[thumbnail of 235112108 Alhuda - daftar pustaka.pdf] Text
235112108 Alhuda - daftar pustaka.pdf

Download (149kB)

Abstract

Latar Belakang: Pengadaan alat laboratorium dengan kerjasama operasional diminati oleh rumah sakit untuk pemenuhan kebutuhan penunjang pelayanan kesehatan karena dinilai efektif dan efisien dalam penanggulangan beban biaya yang dikeluarkan. RSKB Ropanasuri berinisiatif melakukan kerjasama operasional alat laboratorium hematology analyzer sebagai pengganti alat milik rumah sakit yang rusak dan tidak dapat diperbaiki, namun kerjasama operasional tersebut belum diketahui tingkat keberhasilannya. Oleh karena itu perlu dilakukan eksplorasi dan analisis determinan keberhasilan sistem pengadaan kerjasama operasional alat laboratorium dengan metode cost benefit analysis dalam perspektif manajemen rumah sakit di RSKB Ropanasuri.
Metode: Penelitian menggunakan pendekatan mix method jenis sequential explanatory yakni kualitatif deskriptif dengan in-depth interview pada 12 informan yang didapat melalui purposive sampling dan observasi untuk mengukur keberhasilan kerjasama operasional dari perspektif manajemen rumah sakit, diikuti analisis kuantitatif deskriptif metode CBA dari telaah dokumen data sekunder.
Hasil: Didapatkan NPV bernilai positif (+) 99.422.367,47 dan rasio B/C =1,59 dimana kedua nilai tersebut lebih besar dari pembelian mandiri yang artinya secara financial program kerjasama operasional lebih layak dilakukan dan dilanjutkan di RSKB Ropanasuri. Keberhasilan juga dilihat dari keuntungan non financial diantaranya diberikan teknisi untuk maintenance dan perbaikan alat oleh vendor, terjaminnya supply reagen, sparepart dan upgrade alat sehingga rumah sakit tidak tertinggal dalam perkembangan IPTEK.
Kesimpulan: Kerjasama operasional alat hematology analyzer di RSKB Ropanasuri sudah berhasil dan layak dilanjutkan serta memberikan banyak manfaat.
Determinan yang mempengaruhi sistem kerjasama operasional alat laboratorium yaitu biaya, sumber daya manusia, regulasi, mitra kerja, alat laboratorium tersebut, data laboratorium terdahulu dan perkembangan IPTEK.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kerjasama Operasional, alat laboratorium, Keberhasilan KSO
Divisions: Fakultas Pascasarjana > S2 Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Nunung Liberty
Date Deposited: 29 Apr 2026 03:56
Last Modified: 29 Apr 2026 03:56
URI: http://repository.strada.ac.id/id/eprint/1353

Actions (login required)

View Item
View Item