Dewi, Desak Made Kurnia (2026) Analisis Potensi Bahaya Pada Pekerja UMKM Konveksi Dengan Menggunakan Metode HIRADC Di Kota Gresik. Masters thesis, Universitas STRADA Indonesia.
235112069 Desak Made Kurnia.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
235112069 Desak Made Kurnia - cover.pdf
Download (3MB)
235112069 Desak Made Kurnia - Bab 1.pdf
Download (3MB)
235112069 Desak Made Kurnia - Daftar Pustaka.pdf
Download (3MB)
Abstract
UMKM konveksi berbasis home industry di Kecamatan Gresik berkembang sebagai sektor usaha informal yang berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja, namun masih menghadapi keterbatasan dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kondisi ruang kerja yang terbatas, penggunaan peralatan sederhana, jam kerja tidak terstruktur, serta ketiadaan standar operasional prosedur menyebabkan potensi bahaya kerja sering tidak teridentifikasi secara sistematis dan cenderung dinormalisasi oleh pekerja. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko cedera, kelelahan, serta menurunkan produktivitas kerja.
Penelitian ini menggunakan desain kualitatif fenomenologi dengan melibatkan 45 informan dari 10 unit UMKM konveksi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dipadukan dengan metode HIRADC untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan pengendalian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya kerja bersifat multidimensi, meliputi bahaya ergonomi (postur statis dan gerakan repetitif), mekanis (jarum dan alat potong), fisik (panas setrika, listrik, kebakaran), lingkungan (debu kain, ventilasi buruk), dan psikososial (tekanan target dan kelelahan kerja). Risiko tertinggi ditemukan pada bahaya ergonomi, luka bakar, dan kebakaran, sedangkan risiko mekanik dan housekeeping berada pada kategori sedang hingga tinggi. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan sumber daya, ketiadaan SOP dan pelatihan K3, serta budaya kerja yang menormalisasi cedera ringan. Faktor pendukung mencakup relasi kerja kekeluargaan, fleksibilitas usaha kecil, dan pengalaman pekerja dalam mengenali risiko. Dampak bahaya terlihat pada keluhan muskuloskeletal, kelelahan, cedera ringan berulang, serta gangguan produktivitas.
Pengendalian risiko pada UMKM konveksi perlu dilakukan melalui pendekatan hirarki pengendalian risiko dengan menekankan perbaikan ergonomi sederhana, penataan ruang kerja, penguatan pengendalian administratif, serta pelatihan K3 dasar yang kontekstual dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | UMKM Konveksi, Home Industry, Keselamatan Kerja, HIRADC, Risiko Kerja, Ergonomi |
| Subjects: | W General Medicine, Health Professions > W 87-96 Professional Practice |
| Divisions: | Fakultas Pascasarjana > S2 Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Nunung Liberty |
| Date Deposited: | 06 May 2026 07:16 |
| Last Modified: | 06 May 2026 07:26 |
| URI: | http://repository.strada.ac.id/id/eprint/1361 |
