Ely, Rohana (2023) Evaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemasangan Dan Perawatan Infus Terhadap Kejadian Plebitis Di Rumah Sakit Tingkat II Prof Dr. J.A. Latumeten Ambon, Maluku. Masters thesis, IIK STRADA Indonesia.
1611A0335 Rohana Ely Cover.pdf
Download (399kB)
1611A0335_bab1 - Rohana Ely.pdf
Download (264kB)
1611A0335_Daftar Pustaka - Rohana Ely.pdf
Download (138kB)
Abstract
Kejadian flebitis merupakan salah satu infeksi yang sering ditemukan (nomor urut 4) pada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit. Angka kejadian flebitis di Rumkit
Tk. II Prof dr J.A. Latumeten dalam 2 tahun terakhir selalu berada diatas Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu 1,5%. Tujuan penelitian Untuk mengevaluasi Standar Operasional Prosedur pemasangan dan perawatan Infus terhadap kejadian phlebitis di Rumah Sakit Tingkat II Prof dr. J.A. Latumeten. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah observasional korelasi dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien yang terpasang infus di Rumkit Tk. II Prof dr JA. Latumeten, dengan jumlah rata-rata 500 orang per bulan, dengan pengambilan sampel secara Teknik random sampling sebanyak 143 orang. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji regresi logistic. Berdasarkan Hasil uji Bevariat Menganalisis pengaruh SOP pemasangan infus dan perawatan infus yang dominan terhadap kejadian phlebitis diRumkit Tk. II Prof dr. J.A. Latumeten pemasangan Infus yang peniliti lakukan kepada 143 responden yang sesuai dengan prosedur pemasangan infus sebanyak 24, yang tidak sesuai dengan prosedur pemasangan infus sebanyak 119, Sedangkan hasil penelitian perawatan infus yang peneliti lakukan kepada 143 responden yang sesuai dengan prosedur perawatan infus sebanyak 26, dan tidak sesuai dengan prosedur perawatan infus sebanyak 117. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa kejadian flebitis terjadi pada 24 responden, sedangkan tidak terjadi flebitis sebanyak 119 responden. Jumlah pemasangan infus pada kasus phlebitis yang sesuai dengan prosedur sebanyak 3 dan tidak sesuai dengan prosedur sebanyak 21, sedangkan perawatan infus pada kejadian phlebitis yang sesuai dengan prosedur sabnyak 1 dan tidak sesuai denganan prosedur perawatan infus sebanyak 23. Hasil perhitungan uji hipotesis, nilai sig < 0,05 yaitu 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan secara simultan pemasangan infus dan perawatan infus terhadap kejadian plebitis. Penelitian ini didukung oleh penelitian Wayunah (2013) yang mengatakan bahwa pengetahuan perawat tentang terapi infus dengan kejadian plebitis (p= 0,000; α= 0,05) dan dengan kenyamanan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | SOP Pemasangan Infus, SOP Perawatan Infus, Kejadian Flebitis |
| Subjects: | WX Hospitals and Other Health Facilities > WX 1-100 Reference Works. General Work |
| Divisions: | Fakultas Pascasarjana > S2 Keperawatan |
| Depositing User: | Nunung Liberty |
| Date Deposited: | 21 May 2026 06:40 |
| Last Modified: | 21 May 2026 06:43 |
| URI: | http://repository.strada.ac.id/id/eprint/1378 |
