Pengaruh Supportive Educative System Berbasis Self Care Practice Terhadap Pengetahuan, Self Efficacy Dan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TB Paru Di UPT Puskesmas Binangun Kabupaten Blitar

Faishal, As’ad (2026) Pengaruh Supportive Educative System Berbasis Self Care Practice Terhadap Pengetahuan, Self Efficacy Dan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TB Paru Di UPT Puskesmas Binangun Kabupaten Blitar. Masters thesis, Universitas STRADA Indonesia.

[thumbnail of 2251B1011 As'ad Faishal .pdf] Text
2251B1011 As'ad Faishal .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of 2251B1011 As'ad Faishal  - cover.pdf] Text
2251B1011 As'ad Faishal - cover.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 2251B1011 As'ad Faishal - bab 1.pdf] Text
2251B1011 As'ad Faishal - bab 1.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 2251B1011 As'ad Faishal - daftar pustaka.pdf] Text
2251B1011 As'ad Faishal - daftar pustaka.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis paru (TB paru) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan angka kejadian tinggi dan keberhasilan pengobatan yang belum optimal. Rendahnya pengetahuan, self-efficacy, dan kepatuhan minum obat menjadi faktor utama kegagalan terapi. Pendekatan Supportive Educative System berbasis Self Care Practice berpotensi meningkatkan kemampuan perawatan diri melalui edukasi dan pendampingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intervensi tersebut terhadap pengetahuan, self-efficacy, dan kepatuhan minum obat.
Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pre-test and post-test control group design. Sampel sebanyak 80 pasien TB paru dipilih secara purposive di UPT Puskesmas Binangun Kabupaten Blitar. Kelompok intervensi mendapatkan Supportive Educative System berbasis Self Care Practice, sedangkan kelompok kontrol mendapat intervensi standar. Instrumen meliputi kuesioner pengetahuan, Tuberculosis Self-Efficacy Scale (TBSES), dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis menggunakan Paired T-test dan MANOVA.
Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan, self-efficacy, dan kepatuhan minum obat pada kelompok intervensi (p < 0,05). Pada kelompok kontrol, pengetahuan dan kepatuhan minum obat juga mengalami peningkatan signifikan (p < 0,05), namun dengan rata-rata peningkatan yang lebih kecil (pengetahuan: 0,35; kepatuhan: 0,175), sedangkan self-efficacy tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p = 0,767). Sebaliknya, kelompok intervensi menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi pada seluruh variabel (pengetahuan: 0,75; self-efficacy: 1,025; kepatuhan: 0,825) dengan hasil yang signifikan (p < 0,05).
Diskusi: Intervensi Supportive Educative System berbasis Self Care Practice efektif meningkatkan kemampuan perawatan diri, memperkuat self-efficacy, dan kepatuhan pengobatan. Pendekatan ini sejalan dengan Self-Care Deficit Nursing Theory dan direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam program pengendalian TB di layanan kesehatan primer.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Edukasi Kesehatan, Kepatuhan Minum Obat, Self Care Practice, Self Efficacy, Tuberkulosis Paru
Subjects: WB Practice of Medicine > WB 120-130 Home Health Care. Works about Medicine for the Layperson
WX Hospitals and Other Health Facilities > WX 200-225 Clinical Departments and Units
Divisions: Fakultas Pascasarjana > S2 Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Nunung Liberty
Date Deposited: 22 May 2026 07:03
Last Modified: 22 May 2026 07:22
URI: http://repository.strada.ac.id/id/eprint/1380

Actions (login required)

View Item
View Item