Setiyaningsih, Yunnita (2026) Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Dan Teknik Kompres Dingin Terhadap Tingkat Nyeri Pada Pasien Post Operasi Fraktur Cruris. Masters thesis, Universitas STRADA Indonesia.
235211090_Yunnita Setiya.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
235211090_Yunnita Setiya - cover.pdf
Download (1MB)
235211090_Yunnita Setiya - Bab 1.pdf
Download (1MB)
235211090_Yunnita Setiya - daftar pustaka.pdf
Download (1MB)
Abstract
Latar Belakang: Nyeri pascaoperasi menjadi salah satu komplikasi utama pada fraktur. Intervensi nonfarmakologis seperti teknik relaksasi napas dalam dan kompres dingin diketahui dapat membantu menurunkan intensitas nyeri pascaoperasi, namun masih terbatas penelitian yang membandingkan efektivitas keduanya.
Tujuan: Mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam dan kompres dingin terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post operasi fraktur cruris di RSUI Kustati Surakarta.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan 40 responden pasca operasi fraktur cruris yang dipilih melalui total sampling dan dibagi menjadi dua kelompok intervensi. Kelompok pertama diberikan teknik relaksasi napas dalam, sedangkan kelompok kedua diberikan terapi kompres dingin. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale dan Wong-Baker FACES Pain Rating Scale sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, dan uji Wilcoxon.
Hasil: Hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p < 0,05). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok intervensi terhadap perubahan skala nyeri (p < 0,05). Uji Wilcoxon memperlihatkan baik teknik relaksasi napas dalam maupun kompres dingin berpengaruh signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri (p = 0,000). Penurunan nyeri lebih besar ditunjukkan pada kelompok kompres dingin.
Kesimpulan: Teknik relaksasi napas dalam dan kompres dingin efektif menurunkan skala nyeri pada pasien pasca operasi fraktur cruris, dengan efektivitas lebih tinggi pada terapi kompres dingin. Hal ini dikarenakan efek fisiologis langsung pada lokasi nyeri lebih kuat, sedangkan napas dalam juga berfokus pada aspek psikologis dan sistem saraf.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fraktur Cruris, Nyeri Pascaoperasi, Relaksasi Napas Dalam, Kompres Dingin |
| Subjects: | WB Practice of Medicine > WB 120-130 Home Health Care. Works about Medicine for the Layperson WB Practice of Medicine > WB 460-556 Physical and Occupational Therapy |
| Depositing User: | Nunung Liberty |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 06:09 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 07:24 |
| URI: | http://repository.strada.ac.id/id/eprint/1391 |
