Persepsi Ibu Balita Usia 1-3 Tahun Dalam Pencegahan Stunting Berdasarkan Tinjauan Health Belief Model Di Wilayah Kerja Puskesmas Lembang, Kabupaten Majene

M, Fira Musyawirah (2026) Persepsi Ibu Balita Usia 1-3 Tahun Dalam Pencegahan Stunting Berdasarkan Tinjauan Health Belief Model Di Wilayah Kerja Puskesmas Lembang, Kabupaten Majene. Masters thesis, Universitas STRADA Indonesia.

[thumbnail of 225112085 Fira Musyawirah.pdf] Text
225112085 Fira Musyawirah.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[thumbnail of 225112085 Fira Musyawirah - cover.pdf] Text
225112085 Fira Musyawirah - cover.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of 225112085 Fira Musyawirah - Bab 1.pdf] Text
225112085 Fira Musyawirah - Bab 1.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of 225112085 Fira Musyawirah - daftar pustaka.pdf] Text
225112085 Fira Musyawirah - daftar pustaka.pdf

Download (2MB)

Abstract

Stunting tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Kabupaten Majene, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Lembang, di mana perilaku pencegahan oleh ibu sangat dipengaruhi oleh dimensi persepsi yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam persepsi ibu balita usia 1-3 tahun dalam pencegahan stunting dengan menggunakan kerangka teori Health Belief Model (HBM). Fokus utama penelitian adalah memahami bagaimana keyakinan internal dan faktor eksternal memengaruhi efektivitas keputusan kesehatan yang diambil oleh ibu di tingkat rumah tangga.
Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mendapatkan gambaran fenomenologis yang utuh. Informan penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, yang terdiri dari informan utama (ibu balita), informan kunci (petugas gizi), serta informan pendukung (suami dan mertua) untuk keperluan triangulasi data. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi di wilayah Lembang. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola persepsi berdasarkan variabel-variabel dalam Health Belief Model.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kerentanan ibu masih bersifat subjektif-visual, di mana anak dianggap aman selama terlihat aktif secara fisik. Persepsi keparahan telah terinternalisasi melalui nilai budaya masiri’ (harga diri), sementara persepsi manfaat didorong oleh pragmatisme ekonomi keluarga. Temuan krusial menunjukkan bahwa hambatan utama (perceived barriers) berakar pada konflik otonomi pengasuhan akibat dominasi mertua. Sebaliknya, isyarat bertindak (cues to action) paling efektif dipicu oleh data visual Buku KIA, dan efikasi diri (self-efficacy) ibu ditemukan meningkat secara drastis apabila mendapatkan validasi positif serta dukungan emosional dari suami.
Kesimpulannya, pencegahan stunting di wilayah ini bukan sekadar masalah klinis, melainkan hasil negosiasi antara otoritas medis, dukungan suami, dan tekanan tradisi keluarga besar. Rendahnya otonomi ibu akibat intervensi mertua memerlukan strategi intervensi yang tidak lagi hanya menyasar individu, melainkan berbasis keluarga inklusif. Disarankan bagi instansi kesehatan untuk mengintegrasikan nilai budaya lokal dan mengoptimalkan peran suami sebagai pendukung moral guna memperkuat keyakinan diri ibu dalam praktik pemberian gizi yang konsisten dan berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Health Belief Model, Persepsi Ibu, Pencegahan Stunting, Dukungan Suami, Hambatan Mertua
Subjects: WS Pediatrics > WS 103-105 Growth and Development
Divisions: Fakultas Pascasarjana > S2 Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Nunung Liberty
Date Deposited: 14 Jul 2026 04:37
Last Modified: 14 Jul 2026 04:54
URI: http://repository.strada.ac.id/id/eprint/1413

Actions (login required)

View Item
View Item