Analisis Faktor Pemberdayaan Keluarga Berbasis Teori Transcultural Care Terhadap Peningkatan Kualitas Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan

Prabowo, Bayu (2025) Analisis Faktor Pemberdayaan Keluarga Berbasis Teori Transcultural Care Terhadap Peningkatan Kualitas Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan. Doctoral thesis, Universitas STRADA Indonesia.

[thumbnail of 2025 2253B1016 Bayu Prabowo.pdf] Text
2025 2253B1016 Bayu Prabowo.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (20MB)
[thumbnail of 2025 2253B1016 Bayu Prabowo-Cover.pdf] Text
2025 2253B1016 Bayu Prabowo-Cover.pdf

Download (12MB)
[thumbnail of 2025 2253B1016 Bayu Prabowo-Abstrak.pdf] Text
2025 2253B1016 Bayu Prabowo-Abstrak.pdf

Download (12MB)
[thumbnail of 2025 2253B1016 Bayu Prabowo-Bab 1.pdf] Text
2025 2253B1016 Bayu Prabowo-Bab 1.pdf

Download (12MB)
[thumbnail of 2025 2253B1016 Bayu Prabowo-Daftar Pustaka.pdf] Text
2025 2253B1016 Bayu Prabowo-Daftar Pustaka.pdf

Download (12MB)

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama secara global dan di Indonesia, sering dikaitkan dengan pemberian makanan pendamping yang tidak memadai, praktik budaya, dan pemberdayaan keluarga yang terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model pemberdayaan keluarga berdasarkan teori perawatan transkultural untuk meningkatkan kualitas dan mencegah stunting pada anak usia 6–24 bulan. Metode: Survei penjelasan cross-sectional dilakukan di antara 324 pasangan ibu-anak dari 11 pusat layanan kesehatan primer di Kediri, Jawa Timur. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang divalidasi yang mencakup faktor demografi, pendidikan, teknologi, ekonomi, dan budaya, serta pemberdayaan dan kualitas keluarga. Structural Equation Modeling dengan Partial Least Squares (SEM-PLS) diterapkan untuk pengujian hipotesis dan pengembangan model. Hasil: Model menunjukkan daya penjelasan sedang (R2 = 0,223 untuk pemberdayaan keluarga; R2 = 0,115 untuk kualitas pemberian makanan pendamping). Faktor demografi, pendidikan, teknologi, ekonomi, dan budaya secara signifikan memengaruhi pemberdayaan keluarga (p < 0,05), yang selanjutnya memiliki efek positif yang kuat terhadap kualitas (β = 0,340, p < 0,001). Pemberdayaan keluarga memediasi hubungan antara faktor-faktor ini dan kualitas. Kontributor utama meliputi pengetahuan, akses teknologi, tingkat pendapatan, dan praktik budaya. Kesimpulan: Model pemberdayaan keluarga berbasis perawatan transkultural yang diusulkan secara efektif meningkatkan kualitas. Memperkuat pendidikan kesehatan, mendukung relawan kesehatan masyarakat, dan mengintegrasikan praktik-praktik yang peka budaya, seperti mendorong keterlibatan ayah dan makan bersama, harus diprioritaskan dalam program pencegahan stunting. Model ini dapat diadaptasi untuk digunakan di lingkungan komunitas yang serupa guna meningkatkan efektivitas program.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Pencegahan Stunting; Pemberian Makanan Pendamping ASI; Pemberdayaan Keluarga; Keperawatan Transkultural; Pemodelan Persamaan Struktural; Pendidikan Ibu; Faktor Budaya
Subjects: WS Pediatrics > WS 103-105 Growth and Development
WS Pediatrics > WS 113-132 Child Care. Nutrition
Divisions: Fakultas Pascasarjana > S3 Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Nunung Liberty
Date Deposited: 05 Dec 2025 06:49
Last Modified: 05 Dec 2025 08:29
URI: http://repository.strada.ac.id/id/eprint/1078

Actions (login required)

View Item
View Item