ANALISIS VARIASISUDUT SINAR CAUDAL 5°, 10° Dan 15° PADA TULANG TARSAL DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKITBAPTIS KEDIRI

Sakti, Bintang Bima (2025) ANALISIS VARIASISUDUT SINAR CAUDAL 5°, 10° Dan 15° PADA TULANG TARSAL DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKITBAPTIS KEDIRI. Diploma thesis, Universitas STRADA Indonesia.

[thumbnail of 2291B0010-2025-bab1.pdf] Text
2291B0010-2025-bab1.pdf

Download (139kB)
[thumbnail of 2291B0010-2025-abstrak.pdf] Text
2291B0010-2025-abstrak.pdf

Download (151kB)
[thumbnail of 2291B0010-2025-abstrak.pdf] Text
2291B0010-2025-abstrak.pdf

Download (151kB)
[thumbnail of 2291B0010-2025-daftarpustaka.pdf] Text
2291B0010-2025-daftarpustaka.pdf

Download (121kB)
[thumbnail of 2291B0010-2025-full.pdf] Text
2291B0010-2025-full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (895kB)

Abstract

Tulang tarsal merupakan bagian penting dari ekstremitas bawah yang memiliki struktur kompleks. Pemeriksaan radiografi proyeksi anteroposterior (AP) sering digunakan untuk menilai kondisi anatomi maupun patologis, di mana variasi sudut sinar caudal memengaruhi kualitas citra yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengaruh variasi sudut sinar caudal 5°, 10°, dan 15° terhadap kualitas citra radiografi tulang tarsal.
Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan subjek penelitian yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi pusat perhatian peneliti untuk ditarik kesimpulan. (Sugiyono 2017). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota tubuh (phantom). Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi yang dianggap mewakili keseluruhan karakteristik populasi tersebut (Arikunto 2010). Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian anggota tubuh yaitu pedis (phantom). Teknik sampling yang digunakan adalah cara atau metode untuk memilih sampel dari populasi agar data yang diperoleh valid, reliabel, dan dapat digeneralisasi (Sugiyono 2017). Teknik sampling dalam penelitian adalah purposive sampling (sampel bertujuan). Teknik purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang ditetapkan oleh peneliti, sehingga sampel yang dipilih benar-benar relevan dan sesuai dengan tujuan penelitian (Sugiyono 2017).
Hasil penelitian menunjukan bahwa sudut sinar caudal 5° menghasilkan MRy
0.7 dengan kategori kontras sedang/standart, sensitivity 167.0 dengan kategori sedang dan latitude 2.0 dengan kategori seimbang. sudut sinar caudal 10° menghasilkan MRy 0.7 dengan kategori kontras sedang/standart, sensitivity
175.0 dengan kategori sedang dan latitude 2.0 dengan kategori seimbang. Sudut sinar caudal 15° menghasilkan MRy 0.7 dengan kategori kontras sedang/standart, sensitivity 247.0 dengan kategori tinggi dan latitude 2.5 dengan kategori tinggi. Bahwa variabel variasi sudut sinar caudal (5°, 10°, dan 15°) berpengaruh terhadap kualitas citra radiografi tulang tarsal, yang diukur melalui MRγ, sensitivity, dan Latitude sebagai indikator objektif kualitas film radiografi. Perlu dilakukan studi menggunakan variasi sudut lebih luas (misalnya 0°–20°) serta membandingkan hasil pada phantom dan pasien untuk mengetahui pengaruh beban tubuh terhadap hasil citra.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Caudal, Sinar, Sudut, Tarsal
Subjects: WN Radiology. Diagnostic Imaging > WN 600-665 Radiologic Health
Divisions: Fakultas FAKAR > D3 Radiologi
Depositing User: Dyan Suwartiningsih
Date Deposited: 07 Dec 2025 15:02
Last Modified: 07 Dec 2025 15:02
URI: http://repository.strada.ac.id/id/eprint/1131

Actions (login required)

View Item
View Item