Sari, Dheni Kartika (2023) Formulasi Dan Uji Efektivitas Secara In Vitro Sediaan Lotion Tabir Surya Kombinasi Benzophenon Dan Oktil Metoksisinamat Menggunakan Spektrofotometer Uv-Vis. Undergraduate thesis, IIK STRADA Indonesia.
1961A0005-2023-abstrak.pdf
Download (92kB)
1961A0005-2023-bab1.pdf
Download (118kB)
1961A0005-2023-daftarpustaka.pdf
Download (243kB)
1961A0005-2023-full.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Benzofenon dan oktil metoksisinamat merupakan senyawa anti UVA dan UVB yang sudah umum digunakan dalam sediaan tabir surya. Kombinasi benzophenon sebagai senyawa anti UVA dan oktil metoksisinamate sebagai senyawa anti UVB akan meningkatkan nilai SPF in vitro dalam sediaan tabir surya. Penentuan efektifitas in vitro dengan cara menentukan nilai Sun Protecting Factor (SPF) menggunakan spektrofotometer Uv-Vis. Sediaan tabir surya dikatakan mampu melindungi kulit dari paparan radiasi sinar UV jika memiliki nilai SPF yang tinggi. Sediaan lotion merupakan sediaan cair yang mengandung partikel yang terdispersi dalam pembawanya yaitu suatu suspensi atau emulsi topikal yang ditujukan untuk kulit. Kelebihan sediaan lotion yaitu mampu melembutkan kulit, memiliki daya spreading yang baik, serta cepat meresap dan kering sesudah pengaplikasian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi dan mengetahui efektifitas tabir surya dalam sediaan lotion dari perbedaan konsentrasi benzophenon dan oktil metoksisinamat. Metode: Benzophenon dan oktil metoksisinamat diformulasikan dalam bentuk sediaan lotion dengan perbedaan konsentrasi 0%, 3% dan 6%. Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya lekat, uji daya sebar, uji stabilitas dan uji efektifitas dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji efektifitas tabir surya didapatkan nilai sebesar 1,055303 untuk konsentrasi 0%, 5,779895 untuk konsentrasi 3%, 11,803942 untuk konsentrasi 6%, formulasi I tidak bisa memberikan perlindungan dari sunburn dan mengakibatkan tanning, formulasi II memberikan perlindungan extra dari sunburn dan tanning yang terjadi terbatas, dan untuk formulasi III memberikan perlindungan maksimal dari sunburn, sedikit atau tidak terjadi tanning. Simpulan: dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan benzophenon dan oktil metoksisinamat sampai dengan kadar 6% memiliki efektifitas tabir surya kategori maksimal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Benzophenon, oktil metoksisinamat, lotion, tabir surya |
| Subjects: | QV Pharmacology > QV 773-83 Pharmaceutical Technology. Packaging. Labeling |
| Divisions: | Fakultas FAKAR > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Dyan Suwartiningsih |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 05:28 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 05:28 |
| URI: | http://repository.strada.ac.id/id/eprint/1213 |
