PENGARUH KONSUMSI SUSU KEDELAI TERHADAP PENURUNAN GEJALA HOT FLASHES PADA IBU MENOPAUSE DI POSYANDU LANSIA DAHLIA DESA WAJAK KAB. MALANG

Ramadanti, Ervin Nurlaili (2025) PENGARUH KONSUMSI SUSU KEDELAI TERHADAP PENURUNAN GEJALA HOT FLASHES PADA IBU MENOPAUSE DI POSYANDU LANSIA DAHLIA DESA WAJAK KAB. MALANG. Undergraduate thesis, Universitas STRADA Indonesia.

[thumbnail of Skripsi 238140073 abstrak.pdf] Text
Skripsi 238140073 abstrak.pdf

Download (242kB)
[thumbnail of Skripsi 238140073 Bab 1.pdf] Text
Skripsi 238140073 Bab 1.pdf

Download (270kB)
[thumbnail of Skripsi 238140073 Daftar pustaka.pdf] Text
Skripsi 238140073 Daftar pustaka.pdf

Download (197kB)
[thumbnail of Skripsi 238140073.pdf] Text
Skripsi 238140073.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Menopause dapat terjadi karena penurunan kadar estrogen darah dan berkurangnya fungsi ovarium. Penurunan hormon estrogen dapat menyebabkan terjadinya hot flush pada wanita menopause. Hot flush ditandai dengan perasaan panas pada bagian atas tubuh wanita yang meliputi, wajah, leher, dan bagian atas dada. Hot flush tidak berbahaya bagi tubuh tetapi akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi susu kedelai terhadap penurunan gejala hot flashes pada ibu menopause di posyandu lansia dahlia desa wajak kab. Malang.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra eksperimental dengan pendekatan one group pretest dan posttest design. Dengan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 32 responden. Variabel independen konsumsi susu kedelai dengan menggunakan lembar observasi dan variabel dependen gejala hot flashes dengan menggunakan kousioner Hot Flush range Scale (HFRS). Digunakan uji wilcoxon untuk mengetahui pengaruh kedua variabel.
Hasil penelitian dari 32 responden didapatkan sebagian besar responden sebelum konsumsi susu kedelai mengalami gejala hot flashes kategori sedang sebanyak 20 responden (62,5%) dan setelah mengonsumsi susu kedelai mengalami gejala hot flashes kategori ringan sebanyak 17 responden (53,1%). Dan didapatkan sebagian besar responden mengalami penurunan gejala hot flashes setelah konsumsi susu kedelai sebanyak 31 responden (96,8%).
Analisi menggunakan uji wilcoxon didapatkan hasil p = 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti ada pengaruh konsumsi susu kedelai terhadap penurunan gejala hot flashes pada ibu menopause di posyandu lansia dahlia desa wajak kab. Malang.
Dengan mengonsumsi susu kedelai secara teratur efektif menurunkan gejala hot flashes. Isoflavon pada susu kedelai yang memiliki kandungan fitoestrogen menjaga kerja reseptor estrogen. Terstimulasi reseptor estrogen oleh isoflavon, maka termoregulator hipotalamus akan mengatur suhu sehingga pelepasan panas berkurang yang mengakibatkan penurunan hot flashes .

Kata kunci : Susu Kedelai, Hot Flashes, Menopause

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: WA Public Health > WA 400-495 Occupational Medicine, Health, and Hygiene
Divisions: Fakultas Keperawatan dan Kebidanan > S1 Kebidanan
Depositing User: Unnamed user with username hadi
Date Deposited: 22 Aug 2025 07:56
Last Modified: 22 Aug 2025 07:56
URI: http://repository.strada.ac.id/id/eprint/678

Actions (login required)

View Item
View Item