Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Stunting Di Kabupaten Nganjuk

Hanim, Latifah (2025) Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Stunting Di Kabupaten Nganjuk. Masters thesis, Universitas STRADA Indonesia.

[thumbnail of 2025 2151B2011 Latifah Hanim.docx] Text
2025 2151B2011 Latifah Hanim.docx
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[thumbnail of 2151B2011 Cover.pdf] Text
2151B2011 Cover.pdf

Download (68kB)
[thumbnail of 2151B2011 ABSTRAK.pdf] Text
2151B2011 ABSTRAK.pdf

Download (132kB)
[thumbnail of 2151B2011 BAB I.pdf] Text
2151B2011 BAB I.pdf

Download (220kB)
[thumbnail of 2151B2011 DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
2151B2011 DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (162kB)

Abstract

umum terbagi menjadi faktor ibu dan faktor bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kasus stunting di Kabupaten Nganjuk. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Februari 2025. Populasi penelitian ini adalah balita usia 2-4 tahun di wilayah kerja Puskesmas Ngluyu, Sawahan, dan Wilangan Kabupaten Nganjuk. Teknik sampling menggunakan Cluster Random Sampling, sehingga diperoleh besar sampel sebanyak 98 responden. Variabel bebas meliputi: riwayat pemberian tablet Fe, riwayat ANC, ASI Eksklusif, dan Imunisasi, sedangkan variabel terikat adalah kejadian stunting. Instrumen penelitian menggunakan checklist berdasarkan data buku Kohort dan buku KIA. Analisis data menggunakan teknik regresi logistik, meliputi uji Overall Model Fit, untuk menguji pengaruh secara simultan dan uji Wald untuk menguji pengaruh secara parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pemberian tablet Fe, keaktifan ANC, ASI eksklusif, dan kelengkapan imunisasi berpengaruh secara simultan terhadap kejadian stunting (p-value = 0,000). Balita yang ibunya rutin mengonsumsi tablet Fe selama kehamilan memiliki peluang 7,3 kali lebih besar tidak mengalami stunting dibandingkan dengan balita yang ibunya tidak rutin mengonsumsi tablet Fe (p-value = 0,045). Balita yang ibunya tidak rutin melakukan kunjungan ANC memiliki peluang 0,017 kali untuk tidak mengalami stunting dibandingkan yang rutin ANC (p-value = 0,000). Balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki peluang 0,13 kali lebih kecil untuk tidak mengalami stunting, atau secara terbalik, memiliki risiko 7,7 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan balita yang mendapatkan ASI eksklusif (p-value = 0,003). Kelengkapan imunisasi pada balita tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara statistik terhadap kejadian stunting (p-value tidak valid).

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Tablet Fe, ANC, ASI Eksklusif, Imunisasi, Stunting, Balita
Subjects: WS Pediatrics > WS 103-105 Growth and Development
WS Pediatrics > WS 113-132 Child Care. Nutrition
Divisions: Fakultas Pascasarjana > S2 Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Nunung Liberty
Date Deposited: 17 Nov 2025 03:49
Last Modified: 17 Nov 2025 04:05
URI: http://repository.strada.ac.id/id/eprint/859

Actions (login required)

View Item
View Item