Perilaku Swamedikasi Antibiotik Di Apotek Waras Lestari Kota Kediri

Wibowo, Kevin Rachmalia (2025) Perilaku Swamedikasi Antibiotik Di Apotek Waras Lestari Kota Kediri. Masters thesis, Universitas STRADA Indonesia.

[thumbnail of 2025 235111005 Kevin Rachmalia W.docx] Text
2025 235111005 Kevin Rachmalia W.docx
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
[thumbnail of 235111005 Abstrak.pdf] Text
235111005 Abstrak.pdf

Download (106kB)
[thumbnail of 235111005 Bab 1.pdf] Text
235111005 Bab 1.pdf

Download (244kB)
[thumbnail of 235111005 Daftar Pustaka.pdf] Text
235111005 Daftar Pustaka.pdf

Download (204kB)
[thumbnail of 235111005 Cover.pdf] Text
235111005 Cover.pdf

Download (88kB)

Abstract

Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter merupakan fenomena yang banyak terjadi di komunitas berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan sekitar 40–62% antibiotik digunakan dengan tidak tepat. Tenaga kesehatan khususnya apoteker memiliki tugas kritis untuk berbuat tegas tidak memperjual belikan antibiotik tanpa resep dan memberikan saran yang sesuai mengenai pengobatan untuk mengatasi keluhan pasien. Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian tentang perilaku swamedikasi antibiotik di Apotek Waras Lestari Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku, faktor predisposisi, faktor pemungkin/pendukung, faktor penguat swamedikasi antibiotik di Apotek Waras Lestari Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Lokasi penelitian ini dilakukan di Apotek Waras Lestari Kota Kediri dan dilakukan pada bulan Maret
- Mei 2025. Informan penelitian terdiri dari 15 orang pasien yang melakukan swamedikasi antibiotik dan dikonsumsi untuk dirinya sendiri, serta triangulasi data terdiri dari tiga, yaitu pemilik apotek dan tenaga teknis kefarmasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku swamedikasi antibiotik di Apotek Waras Lestari Kota Kediri masih tinggi dengan keterlibatan berbagai faktor predisposisi, pemungkin, dan penguat. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat celah dalam pengawasan praktik swamedikasi antibiotik, baik dari sisi regulasi maupun edukasi, yang menjadi temuan penting bagi perbaikan sistem pelayanan kefarmasian di masyarakat. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingginya tingkat swamedikasi antibiotik di masyarakat dan lemahnya pengawasan di tingkat pelayanan primer seperti apotek. Namun, penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada kebutuhan besar untuk intervensi edukatif yang menyeluruh, tidak hanya kepada masyarakat umum tetapi juga kepada tenaga teknis kefarmasian.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Perilaku Swamedikasi, Swamedikasi Antibiotik, Resistensi Antibiotik
Subjects: QV Pharmacology > QV 1-58 Reference Works. General Works
W General Medicine, Health Professions > W 87-96 Professional Practice
Divisions: Fakultas Pascasarjana > S2 Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Nunung Liberty
Date Deposited: 19 Nov 2025 05:31
Last Modified: 19 Nov 2025 05:58
URI: http://repository.strada.ac.id/id/eprint/884

Actions (login required)

View Item
View Item