Kepatuhan Pasien Dalam Program Prolanis Berdasarkan Health Belief Model Dengan Pendekatan Holistik Keperawatan Di Puskesmas Dlingo II Bantul

Widarto, Widarto (2025) Kepatuhan Pasien Dalam Program Prolanis Berdasarkan Health Belief Model Dengan Pendekatan Holistik Keperawatan Di Puskesmas Dlingo II Bantul. Masters thesis, Universitas STRADA Indonesia.

[thumbnail of 2025 2152B1006 Widarto.pdf] Text
2025 2152B1006 Widarto.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of 2152B1006 Cover.pdf] Text
2152B1006 Cover.pdf

Download (341kB)
[thumbnail of 2152B1006 Abstrak.pdf] Text
2152B1006 Abstrak.pdf

Download (385kB)
[thumbnail of 2152B1006 Bab 1.pdf] Text
2152B1006 Bab 1.pdf

Download (423kB)
[thumbnail of 2152B1006 Daftar Pustaka.pdf] Text
2152B1006 Daftar Pustaka.pdf

Download (359kB)

Abstract

Latar Belakang: Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis, seperti hipertensi dan diabetes melitus. Namun, tingkat kepatuhan pasien terhadap program ini masih rendah, terutama di wilayah semi-perdesaan seperti Puskesmas Dlingo II, Bantul. Pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan menjadi kunci untuk merancang intervensi yang efektif dan kontekstual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien terhadap Prolanis dengan menggunakan pendekatan Health Belief Model (HBM), serta menafsirkannya dalam perspektif keperawatan holistik.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross- sectional. Sampel terdiri dari 163 pasien Prolanis aktif di wilayah kerja Puskesmas Dlingo II. Variabel yang dianalisis mencakup persepsi manfaat, hambatan, dukungan sosial, dan pemicu tindakan (cues to action), dengan teknik analisis bivariat (uji chi-square) dan multivariat (regresi logistik biner).
Hasil: Seluruh variabel dalam kerangka HBM berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pasien (p < 0,05). Variabel paling dominan adalah cues to action (OR = 8,615), diikuti oleh persepsi manfaat (OR = 5,637), dukungan sosial (OR = 5,026), dan hambatan (OR = 2,878). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kontekstual, reminder yang bermakna, serta lingkungan sosial yang suportif menjadi kunci keberhasilan Prolanis.
Kesimpulan: Kepatuhan terhadap Prolanis tidak hanya dipengaruhi oleh persepsi individual, tetapi juga oleh interaksi sosial dan nilai-nilai budaya lokal. Integrasi pendekatan HBM dengan keperawatan holistik mampu memberikan pemahaman yang lebih utuh terhadap perilaku pasien. Intervensi berbasis komunitas dan komunikasi reflektif yang melibatkan keluarga serta kader kesehatan sangat direkomendasikan untuk meningkatkan efektivitas program di wilayah semi- perdesaan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Prolanis, Health Belief Model, Kepatuhan Pasien, Keperawatan Holistik
Subjects: WY Nursing > WY 101-145 Nursing Specialties
WY Nursing > WY 191-200 Other Services
WY Nursing > WY 150-170 Nursing in Special Fields of Medicine
Divisions: Fakultas Pascasarjana > S2 Keperawatan
Depositing User: Nunung Liberty
Date Deposited: 25 Nov 2025 04:54
Last Modified: 25 Nov 2025 05:12
URI: http://repository.strada.ac.id/id/eprint/930

Actions (login required)

View Item
View Item