Hubungan Intensitas Kebisingan, Lama Pajanan Dan Riwayat Merokok Terhadap Keluhan Pendengaran Tinnitus Pada Pekerja Industri Mabel Kayu Di Desa Blabak Kecamatan Pesantren Kota Kediri

Fahlevi, Muhammad Reza (2025) Hubungan Intensitas Kebisingan, Lama Pajanan Dan Riwayat Merokok Terhadap Keluhan Pendengaran Tinnitus Pada Pekerja Industri Mabel Kayu Di Desa Blabak Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Undergraduate thesis, Universitas STRADA Indonesia.

[thumbnail of 2121B0019-2025-abstrak.pdf] Text
2121B0019-2025-abstrak.pdf

Download (27kB)
[thumbnail of 2121B0019-2025-bab1.pdf] Text
2121B0019-2025-bab1.pdf

Download (385kB)
[thumbnail of 2121B0019-2025-daftarpustaka.pdf] Text
2121B0019-2025-daftarpustaka.pdf

Download (396kB)
[thumbnail of 2121B0019-2025-full.pdf] Text
2121B0019-2025-full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tinnitus merupakan keluhan pendengaran berupa sensasi suara berdenging yang dapat terjadi akibat paparan kebisingan yang berlebihan, lama pajanan yang tinggi, serta kebiasaan merokok.. Paparan yang melebihi batas tersebut dapat menimbulkan gangguan pendengaran permanen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan intensitas kebisingan, lama pajanan, dan riwayat merokok terhadap keluhan pendengaran tinnitus pada pekerja industri mebel kayu.Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan pada 31 pekerja di tiga industri mebel kayu di Desa Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan pengukuran langsung menggunakan sound level meter. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.Sebanyak 67,7% pekerja terpapar kebisingan di atas 85 dB(A), 74,2% bekerja lebih dari 8 jam per hari, dan 64,5% adalah perokok sedang. Tingkat tinnitus yang dilaporkan terbanyak adalah ringan dan sedang (masing-masing 35,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan (p = 0,001), lama pajanan (p = 0,004), dan riwayat merokok (p = 0,008) dengan keluhan tinnitus.Terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas kebisingan, lama pajanan kerja, dan riwayat merokok terhadap keluhan tinnitus pada pekerja industri mebel kayu. Intervensi preventif seperti penyediaan alat pelindung telinga dan edukasi tentang bahaya kebisingan, lama pajanan serta kebiasaan merokok dan penyesuaian jam kerja diharapkan tidak melebihi 8 jam kerja perahri sangat dianjurkan untuk mencegah gangguan pendengaran lebih lanjut.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kebisingan, lama Pajanan, Merokok, Tinnitus, Industri Mebel, Nilai Ambang Batas (NAB)
Subjects: WA Public Health > WA 670-674 General Environmental Pollution and Sanitation
WA Public Health > WA 750-776 Air. Noise
Divisions: Fakultas FAKAR > S1 Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Dyan Suwartiningsih
Date Deposited: 28 Nov 2025 02:25
Last Modified: 28 Nov 2025 02:25
URI: http://repository.strada.ac.id/id/eprint/951

Actions (login required)

View Item
View Item