Wulandari, Dwi Aprilia Sindi (2025) Determinan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (Ctps) Pada Pemulung Di Tpa Klotok Kota Kediri. Undergraduate thesis, Universitas STRADA Indonesia.
2121B0010-2025-abstrak.pdf
Download (32kB)
2121B0010-2025-bab1.pdf
Download (143kB)
2121B0010-2025-daftarpustaka.pdf
Download (234kB)
2121B0010-2025-full.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Latar Belakang : Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah salah satu tindakan preventif yang paling sederhana dan efektif dalam mencegah penyebaran penyakit menular, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), praktik CTPS secara signifikan dapat mengurangi risiko terjangkit berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus yang masuk ke tubuh melalui tangan yang kotor (WHO, 2020). Tujuan dari penelitian ini yaitu Mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) pada pemulung di TPA Klotok Kota Kediri dan Untuk mengetahui tingkat kepedulian para pemulung terhadap fasilitas.
Metode : Berdasarkan jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk Mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) pada pemulung di TPA Klotok Kota Kediri. Instrument pendukung lainnya memakai instrument berupa daftar pertanyaan yang berisi pertanyaan semi terstruktur. Informan penelitian berjumlah lima orang dan dua triangulasi penelitian di TPA. Alat bantu lain yang digunakan adalah teman, buku catatan lapangan, handphone, kemudian didokumentasikan berupa transkip (buku catatan lapangan). Pengolahan data dilakukan dengan cara deskriptif isi, selanjutnya dilaporkan dan disajikan dalam gambaran deskriptif di hubungkan dengan teori.
Hasil : Hasil wawancara menunjukkan bahwa praktik CTPS di kalangan pemulung belum dilakukan secara konsisten. Sebagian informan menyatakan bahwa mereka hanya mencuci tangan saat hendak makan atau ketika ada waktu luang, dan dalam kondisi tertentu, mereka bahkan tidak mencuci tangan sama sekali setelah bekerja. Padahal aktivitas pemulung sangat erat dengan paparan terhadap sampah dan kotoran yang berpotensi menularkan berbagai penyakit.
Kesimpulan : Perilaku CTPS di kalangan pemulung masih menunjukkan ketidak konsistenan yang signifikan, meskipun sebagian dari mereka menyadari pentingnya menjaga kebersihan. Tindakan mencuci tangan sering dilakukan hanya dalam konteks tertentu, seperti sebelum makan, dan bahkan sebagian informan mengaku tidak mencuci tangan sama sekali setelah bekerja. Beberapa informan juga hanya mencuci tangan dengan air tanpa sabun, karena sabun sulit ditemukan atau karena adanya miskonsepsi bahwa air saja sudah cukup jika tangan tampak bersih secara visual. Praktik substitusi seperti menggunakan sendok atau sarung tangan juga kerap dilakukan sebagai pengganti CTPS, yang menunjukkan adanya rasa aman semu (false sense of security).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Perilaku Cuci Tangan, TPA |
| Subjects: | WA Public Health > WA 670-674 General Environmental Pollution and Sanitation |
| Divisions: | Fakultas FAKAR > S1 Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Dyan Suwartiningsih |
| Date Deposited: | 01 Dec 2025 03:57 |
| Last Modified: | 01 Dec 2025 03:57 |
| URI: | http://repository.strada.ac.id/id/eprint/965 |
